UIN Maliki Planted 600 Trees in the area of 3rd Campus

The series of 3rd UIN MALIKI campus construction socialization event had begun. Today (17/04) as many as two hundred thirty three participants who consist of rector and officials, college students, members of FUB (Forum UKM Bersama), manager of Tlekung, Junrejo, and Sumbersekar Dau village. The military also attended the first planting of 600 trees agenda as the opening of 3rd UIN MALIKI campus construction socialization event in the Tlekung village, Batu, East Java.
Each participant gets a tree that is ready to plant; it placed at hole points which is prepared. This agenda was started at 7:00am until 10:00am and cooperated by UKM Mapala. Furthermore, Mapala also help to keep all of plants there, like Helmi Syaifuddin as the chief committee said that plants keeping were worked by coordination of Mapala. This agenda also continued speech of the rector UIN MALIKI, Prof. Mudjia Raharjo about socialization of 3rd UIN MALIKI campus construction and continued by giving advice to participants.
The purpose of this agenda not only celebrating Earth Day but also to protect the environmental ecosystem, especially in areas around of the 3rd UIN MALIKI campus. “Planting a tree today as a manifestation of our commitment to guard the ecosystem of this region,” said Mr. Mudjia in his speech. In addition, this planting of tree was also intended to turn the water resources in the region. “Automatically the tree which is chosen is able to produce water,” said Helmi Syaifuddin again.

Kartini’s Day

Women are likely the reflection of the country. The country will be a glorious country if the women who live in that country are good women. Surely, women have special things to develop in the country like Raden Ajeng Kartini who proves her loyalty for all of Indonesian women. As young generation, we should give reward to her by celebrating the Kartini’s day. Kartini’s day is a day when people celebrate emancipation day for women. Because Kartini is one of the women who has a big commendation for women’s emancipation. I am sure that everyone knows R. A. Kartini, she is a smart and kind woman. She has great role for level of women to honor them.
R. A. Kartini was born on April 21st 1879 in Jepara. She has married a man from noble family and had a baby. Her hobby is reading because she thought that reading makes her to be critical thinker and raises the mission to modernize Indonesian women. At that time, women were discriminated and did not have freedom. For example they could not show their talent and their creation. They could not avoid the stupidity. That condition makes Kartini think deeper for changing it to be better. Her fighting was so amazing; her creation and her fighting could make Indonesia women safe from the discrimination and have same level between men and women.
There are some moral values in celebrating Kartini’s day that we can take. For instance to remember hard struggle and spirit of Kartini. For modern women, celebrating Kartini’s day is a special pride. According this condition, it is not only common ceremony, but also has the big value.
Celebrating Kartini’s day is not only by holding a ceremony. Many people celebrate it by giving the flower to all of women; as an appreciation to them. Moreover, there are many university students who celebrate it by demonstration and oration to deliver their appreciation to the women.
But now, do Indonesian women still get the discrimination? As the Indonesia people, do you still want to continue Kartini’s dream? . “ Habis Gelap Terbitlah Terang”, we can, we are able to do more. What we do right now, it will change the world in future. Don’t make Kartini sad, let’s to be an intelligent one to make another one become intelligent.

AMINEF Global Undergraduate Exchange Program

Halo rekan-rekan dimanapun berada, kami mau ngasih tahu info dari AMINEF lho. Itu tuh, organisasi pertukaran pelajar Indonesia dan Amerika Serikat.

Nah, kali ini AMINEF mengadakan seleksi pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Siapa dari kalian yang gak kepengen ke negeri Paman Sam? Pasti kalian kepengen tuh. 😀

Syaratnya kalian harus mengikuti seleksinya dong yang diadakan oleh AMINEF.

OK. Bagi kalian yang bener-bener pengen mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat, silahkan simak info selengkapnya DI SINI YA!!!.

MALIKI ENGLISH FESTIVAL 2015

SONY DSC

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang sudah diakui diberbagai belahan dunia. Bahasa ini pun dianggap sebagai the first language yang penuturnya mencapai lebih dari Lima ratus juta jiwa di seluruh dunia. Beberapa negara telah mengakuinya sebagai the secondary language setelah bahasa nasionalnya dan telah diaplikasikan di berbagai aspek seperti pendidikan, perekonomian, pemerintahan dan aspek-aspek yang lainnya.Seperti kebanyakan Negara lainya, Indonesia juga telah mengakui bahasa Inggris sebagai foreign language setelah Bahasa Indonesia itu sendiri dan bahkan sudah dimasukkan sebagai salah satu mata pelajaran dan mata kuliah wajib di berbagai jajaran pendidikan nasional.
Bahasa Inggris telah masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1967, berlandaskan pada keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, secara resmi Bahasa Inggris mulai diajarkan sebagai bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia. Hal tersebut tampaknya membawa dampak yang positif bagi bangsa Indonesia dengan terbentuknya beragam pelatihan, seminar, penigkatan kualitas guru, perubahan kurikulum, pengadaan fasilitas bahasa semacam laboraturium hingga kamus dan semacamnya. Setelah itu, muncullah beberapa tahapan pendidikan yang mulai dari pendirian model pelatihan ekperimental yang disebut Standard Training Course (STC) di Bukit Tinggi dan Yogyakarta pada tahun 1950an (catatan penting: didanai oleh Ford Foundation), lalu pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Malang yang lalu berubah menjadi IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang), hingga kontroversi Sekolah Berstandar Internasional saat ini. Bahasa Inggris dan kebudayaannya telah merasuki jiwa bangsa Indonesia melalui berbagai kegiatan positif dibidang pendidikan. Namun demikian, bangsa Indonesia harus tetap menjaga warisan para leluhur bangsa ini salah satunya yaitu keragaman budaya dan bahasa daerah di Indonesia.
Budaya bangsa Indonesia adalah suatu cara hidup yang tumbuh dan berkembang serta dimiliki bersama oleh seluruh warga negara Indonesia yang merupakan identitas bangsa yang harus tetap dilestarikan sepanjang masa. Budaya dibentuk dengan keadaan sosial ekonomi yang berkembang di suatu wilayah dan merupakan nilai-nilai luhur yang mengandung pandangan atas keistimewaan tersendiri. Wilayah Negara Indonesia yang sangat luas telah menyebabkan munculnya ragam budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia
Berangkat dari alasan diatas, kami Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Satra Inggris Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan festival ini dengan maksud ikut serta melestarikan warisan leluhur bangsa Indonesia berupa bahasa dan budaya dan berusaha mengenalkan keduanya ke muka dunia melalui Bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Selain itu, kegiatan ini juga bermaksud untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga pada bangsa Indonesia melaui berbagai serangkain acara perlombaan dan seminar yang kami kemas dalam kegiatan festival.Kegiatan festival ini juga merupakan sarana pencarian intelektual muda yang kompeten dan tetap menjaga teguh pada jiwa bangsa ini.
Kegiatan ini kami beri nama Maliki English Festival 2015 yang bertemakan “Acquainting The Road Map of Culture Through Language” yang telah diselenggarakna pada
bulan Oktober

SONY DSC

kemaren. Dengan mengangkat tema tersebut kita berharap bahwa seluuh panitia dan para peserta sadar akan mahalnya nilai warisan para leluhur dan ingat akan tugasnya sebagai pemuda terpelajar yang akan meneruskan cita-cita mereka. Dengan demikian, akhirnya kita bersama akan berusaha mengenalkan budaya ke muka dunia melalui bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.
Selain itu, acara ini juga sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa dan kreativitas mereka dalam berbahasa Inggris yang berbangsa Indonesia. Dengan menjadikan mahasiswa dan siswa sebagai sasaran festival ini, kami berharap akan muncul para intelek muda yang kompeten dan bertanggung jawab penuh akan tugasnya sebagai penerus perjuangan para leluhur yang telah memerdekakan bangsa ini dari belenggu Negara penjajah. Pada akhirnya kami berharap kegiatan iniakan memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan pendidikan bangsa Indonesia.(*)